Artikel

Literasi Anti Narkoba

Dibaca: 1 Oleh 14 Agu 2020November 13th, 2020Tidak ada komentar
berita dan artikel 1
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

Indonesia dengan populasi penduduk 270 juta jiwa, yang merupakan terbesar ke 4 di dunia berdasarkan data The World Factbook (milik central Intelligence Agency). Ini merupakan aset yang diibaratkan seperti telur, jika dirawat dan dieram dengan baik maka ia akan tumbuh dan menghasilkan nantinya. Jika dieram asal – asalan, maka telur tidak akan menetas dan berakhir buruk. Guna mempersiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045, penulis  tertarik untuk membuat tulisan dengan judul ”Bahayanya Penyalahgunaan Narkoba”.

Jumlah populasi yang 270 jutaan, diperkirakan ada 4 juta penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Ini menjadikan Indonesia sebagai ladang surga bagi pengedar dan bandar narkoba. Menurut Deputi Hukum dan Kerja Sama Badan Narkotika Nasional (BNN) Bali Maniago mengatakan bahwa, transaksi bisnis di Indonesia mencapai 40 triliun pertahun. Ini angka yang sangat besar dan sebagian uang tersebut lari keluar negeri. Hal ini dikarena adanya sendikat  kerja sama dengan jaringan internasional. Ada 251 narkoba jenis baru di dunia ini. Semua jenis narkoba ini berpotensi masuk ke Indonesia. Ini sangat berbahaya, Perlu respon yang cepat dalam menanggapi setiap tindakan yang berkembang dilapangan.

Berbicara narkoba, kaum milenial menjadi target yang potensial dengan  angka persentase meningkat tiap tahunnya. Pubertas menjadi bagian yang berperan dalam meningkatnya angka persentase. Rasa ingin tahu, menjadi alasan ingin mencoba. Ini sangat berbahaya bagi generasi kita. Jika remaja saja sudah mengkonsumsi narkoba, maka akan rentan mengkonsumsi dalam jangka yang panjang. Janganlah coba-coba untuk mendekati, apalagi mengkonsumsinya. Katakan “tidak” pada narkoba (no drugs) .

Alangkah lebih baik jika pembaca ingin mencoba, cobalah makanan khas kami di Kabupaten Lingga. Banyak makanan khas kami yang patut untuk di coba, seperti lakse, kepurun, lambok dan lainnya. Makanan ini berbahan sagu yang memiliki anti oksidan, menambah stamina, mengurangi resiko penyakit jantung dan khasiat lainnya. Konsumsilah makanan yang baik, sehat, halal serta tidak melanggar undang undang yang berlaku di indonesia.

Tidak semua zat pada narkoba itu berbahaya. Ada sebagian zat yang dipergunakan dan sangat membantu kerja tim medis. Obat-obatan itu digunakan untuk memberikan rasa rilex, tenang dan penghilang rasa nyeri yang bekerja seperti obat bius. Obat obat ini boleh digunakan

dengan resep dokter. Tanpa resep dari dokter, obat obat ini tidak diperbolehkan, karena  cendrung disalah gunakan.

Dikarenakan hal demikian, Penulis berharap penegak hukum tidak bermain main dengan hukum. Bandar narkoba, tidak sama hukumannya dengan pengedar narkoba. Pengedar narkoba, tidak sama hukumannya dengan pemakai narkoba. Berilah kepastian hukum yang adil. Apabila dia bandar narkoba, hukumlah dia layaknya bandar narkoba. Begitu juga pengedar dan pemakai, hukumlah sesuai dengan kesalahannya. Jangan ada maklar kasus yang bermain pasal demi pasal untuk meraup pundi pundi rupiah.

Penegak hukum, pemangku pemerintahan dari presiden hingga rukun tetangga (RT), hendaklah bersinergi dan konsolidasi dalam mengatasi penyalah gunaan narkoba. Zaman yang semakin canggih ini, semua elemen harus saling bahu membahu. Peredaran narkoba tidak lagi menggunakan cara cara konvensional, bahkan terkadang irrasional (tidak masuk  akal). Ada  yang peredarannya dimasukkan melalui jajanan anak anak seperti permen, kue-kue, dimasukkan pada alat elektronik, bahkan ada yang dimasukkan kedalam tubuh manusia melalui dubur dan cara cara lain yang kita anggap tidak masuk akal tapi itu terjadi.

Oleh : Sholehan

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel