Artikel

Kecanduanmu Terhadap Narkoba Dapat Mmbunuh Jati Dirimu

Dibaca: 2 Oleh 07 Agu 2020November 13th, 2020Tidak ada komentar
berita dan artikel 1
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.

Narkoba itu selalu dihindari karena berbahaya dan membuat orang kecanduan. Jika orang telah mengonsumsi narkoba, dan tiba-tiba tidak mengonsumsinya lagi, dia akan merasakan dorongan psikologis yang kuat untuk menkonsumsinya kembali.

Para pengguna narkoba biasanya dari orang dewasa namun pelajarlah yang paling rentan untuk mengonsumsi narkoba secara sembarangan. Dalam masa-masa remaja seorang  pelajar, mereka masih labil untuk mencari jati diri mereka masing-masing. Oleh karena itu, mereka mudah dipengaruhi oleh orang orang disekitar. Mereka juga mencari kenikmatan sesaat tanpa memikirkan efeknya bagi masa depan mereka.

Pelajar yang kebanyakan masi anak remaja ini sangat memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga mendorong mereka untuk mencoba hal-hal baru didalam hidupnya. Pelajar cenderung merasa bahwa temannya lebih mengerti dibanding orang tua ditambah terkadang ada kehidupan buruk didalam keluarga membuat mereka melakukan pelarian kepada pertemanan.

Maka dari itu, pelajar cenderung lebih mengikuti kata teman. Sebenarnya jika berada ditempat pertemanan yang baik tidak masalah namun jika mereka berada di pergaulan teman yang buruk, sudah pasti menjadi masalah.

Saya pernah mengikuti “Seminar Anti Narkoba” disana banyak dijelaskan ada begitu banyak pengetahuan yang bisa saya ambil dari seminar itu. Saya pernah berpikir bahwa lebih baik tidak ada narkoba di dunia ini, dunia akan lebih baik tanpa narkoba. Dan pemikiran saya itu ternyata salah tak selamanya narkoba mengandung dampak buruk. Sebagian narkoba itu berguna untuk kepentingan medis, contohnya, LSD bisa mengurangi rasa kecemasan dan juga mengurangi rasa sakit.

Penelitian dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa 7 per 8 dari penderita sakit kepala cluster berkurang rasa sakitnya setelah mengonsumsi LSD. Jamur ajaib juga memiliki efek yang kurang lebih sama dengan LSD. Kokain dan Tanaman Coca bisa dipakai sebagai obat bius. Heroin sebagai penghilang rasa sakit.

Ketamin untuk mengurangi depresi. Oleh karena itu, UU no.35 tahun 2009 memperbolehkan penggunaan narkoba untuk kepentingan medis. tersebut. Salah satu peserta seminar pun bahkan pernah berada dilingkungan tempat pengedaran narkoba tersebut.

Hingga kini penyebaran penyalahgunaan narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Sangat disayangkan kejadian seperti ini banyak kendala yang dialami dalam memutus rantai penyebaran narkoba ini. Tentu saja hal ini bisa membuat orang tua, organisasi masyarakat, dan pemerintah khawatir.

Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, tetapi masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.

Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak adalah pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan untuk mengawasi dan mendidik anaknya agar selalu menjauhi penyalahgunaan Narkoba.

Adapun dampak yang dapat ditimbulkan apabila Narkoba digunakan secara berlebihan tanpa adanya pengawasan dari dokter adalah Dampak narkoba terhadap fisik pemakai narkoba akan mengalami gangguan-gangguan fisik sebagai berikut: Berat badannya akan turun secara drastic, matanya akan terlihat cekung dan merah, mukanya pucat, bibirnya menjadi kehitam-hitaman, tangannya dipenuhi bintik-bintik merah, buang air besar dan kecil kurang lancer, dan sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas.

Dampak narkoba terhadap emosi pemakai narkoba akan mengalami perubahan emosi sebagai berikut: Sangat sensitif dan mudah bosan, jika ditegur atau dimarahi, pemakai akan menunjukkan sikap membangkang, emosinya tidak stabil, kehilangan nafsu makan.

Narkoba dampaknya sangat besar bagi kesehatan fisik, mental, dan emosional. Syaraf pusat akan terganggu sehingga mengakibatkan kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran dan kerusakan syaraf tepi. Narkoba juga merusak jantung yang mengakibatkan infeksi akut otot jantung dan gangguan peredaran darah. Insomia juga terjadi. Bagi perempuan, siklus haidnya akan menjadi tidak teratur. Penggunaan narkoba melalui suntik memperbesar peluang terkena HIV/AIDS. Narkoba yang dipakai berlebihan mengakibatkan overdosis yang berujung pada kematian.

Jika Anda mengonsumsi narkoba, mental dan emosi Anda akan menjadi tidak stabil. Keinginan untuk bunuh diri akan sering muncul di pikiran Anda. Perasaan depresi, sedih, dan kesal juga akan dirasakan. Konsentrasi Anda akan terganggu dan membuat Anda menjadi lamban dan malas. Anda akan menjadi apatis terhadap lingkungan, tidak percaya diri, dan akan melakukan tindak kekerasan tanpa disadari karena berhalusinasi.

Bagi pecandu narkoba, prioritas utama dalam hidupnya hanyalah untuk mengonsumsi narkoba, dia akan mengusahakan segala cara agar bisa mendapat narkoba. Dia bisa berbohong pada orang tua, mencuri (jika sudah tidak ada uang), ataupun memanipulasi orang demi mendapatkan narkoba. Walaupun dia awalnya memang mempunyai banyak uang, uang tersebut tentunya akan habis karena dipakai untuk membeli narkoba.

Mengerikan sekali bukan nasib bangsa ini dimasa depan jika banyak generasi muda menggunakan Narkoba. Jika itu terjadi, bangsa kita akan hancur. Narkoba akan merajarela di kalangan pelajar, kalangan penerus bangsa Indonesia. Mereka akan terkena dampak narkoba; menjadi apatis, terkena berbagai penyakit, dll. Jika mereka sudah bertambah umur nanti, mereka akan meneruskan bangsa Indonesia. Mereka akan mementingkan narkoba dibandingkan hal-hal lain.

Bayangkan juga ketika banyak para pengedar narkoba yang bebas  mengimpor barang tersebut dari luar negeri karena peraturan hokum yang masih lemah dan juga banyak permainan dari dalam yang dilakukan orang-orang tak bertanggung jawab.

Bukankah itu salah satu cara yang dibuat oleh orang luar negeri untuk merusak karakter dan jati diri bangsa ini. Mungkin bukan melalui peperangan negara kita dijajah tetapi melalui psikis  dan karakter  kita salah satunya para pengguna narkoba tersebut. Sedikit demi sedikit mereka kecanduan dan menghalalkan segala cara agar dapat mengkonsumsi barang tersebut.

Saya sebagai mahasiswa berusaha memberikan pendapat saya, mungkin agar penyebaran orang yang menggunakan narkoba semakin sedikit adalah dengan menciptakan Indonesia yang lebih baik dengan cara memperberat hukuman pengedar narkoba, memberikan hukuman mati atau penjara seumur hidup. Aturan ini lumayan menguntungkan karena, dengan berkurangnya pengedar narkoba, jumlah narkoba akan berkurang. Maka, jumlah pelajar yang berpotensi untuk terkena narkoba pun akan menurun karena tidak adanya stok narkoba.

 

Oleh : Iswardi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel