Artikel

Narkoba Dan Pandemi Covid-19 Bagian 1

Dibaca: 8 Oleh 11 Agu 2020November 13th, 2020Tidak ada komentar
berita dan artikel 1
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

Akhir tahun 2019 pada bulan Desember kita semua dikejutkan dengan adanya virus corona yang berasal dari kota Wuhan China, sampai pada akhirnya ditetapkan sebagai pandemi dunia oleh WHO, paling tidak 152 negara yang ada didunia terkena wabah virus Covid-19 ini. Di Indonesia sendiri tercatat lebih kurang 2.500 orang dinyatakan meninggal dunia disebabkan oleh virus corona atau Covid-19, sedangkan yang terdampak virus corona sejauh ini dinyatakan sekitar 47.000 orang positif terkena virus dan pasien yang sembuh dinyatakan sebanyak 19.000 orang. Dari data tersebut dalam jangka waktu yang relatif singkat virus ini menyebabkan banyaknya kematian, ini mengindikasikan bahwa kita tidak bisa main-main dengan wabah ini. Protokoler kesehatan telah dilaksakan untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya penyebaran virus ini baik dari pemerintah maupun setiap orang yang ingin terhindar dari penyebaran virus ini yang berakibat fatal dengan kematian. Sejauh ini semua kita paham dan sadar akan bahaya virus ini, dimana seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah berupaya keras untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 dengan harapan semoga wabah ini cepat selesai dan kita kembali beraktivitas normal kembali.

Satu hal yang sama-sama kita sadari bahaya lain yang menyebabkan kerusakan dan berakibat pada kematian pada masyarakat adalah narkoba. Tercatat pada tahun 2019 terdapat peningkatan 0,3 % pengguna narkoba dan tercatat pada bulan Januari 2020,  terdapat 26000 orang terlibat kasus narkoba di Provinsi Kepulauan Riau (BNNP – Kepulauan Riau) dimana pengguna paling banyak berusia 15 tahun sampai 65 tahun. Dan pengguna paling banyak adalah kaum pekerja dengan persentase 52% dan sisanya adalah masyarakat umum dan sipil (termasuk pelajar). Dimana penyebaran pengguna narkoba terdapat pada 7 Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau, dominan berada di kota Batam. Dampak serius dari penggunaan narkoba adalah berakibat fatal yaitu kematian yang disebabkan oleh overdosis . Sebagaimana kita sering mendengar kabar bahwa penyebab terjadi kecelakaan karena pengemudinya berada dibawah pengaruh narkoba sehingga mengakibatkan terjadinya kecelakaan maut yang juga merenggut korban jiwa lainnya. Tidak hanya sampai disitu dengan adanya kecanduan ini juga mengakibatkan terjadinya tindak kekerasan seperti begal, perampokan dan berbagai tindak penganiyaan pada orang lain guna mendapatkan uang untuk mendapatkan narkoba yang mereka inginkan. Tentunya ini menyebabkan masalah pada dirinya sendiri tetapi berdampak pada orang lain dimana menyebabkan kematian dan musibah fatal lainnya.

(Safiri, 2020). Dampak jangka panjang pengguna narkoba bisa mengganggu kualitas hidup dan menyebabkan resiko gangguan kesehatan seperti perubahan sel otak, dimana orang yang menggunakan narkoba tidak dapat berpikir dengan jernih dan susah untuk mengambil keputusan dalam hidupnya. Dampak lainnya adalah gangguan mental karena adanya halusinasi dan menyebabkan peningkatan tekanan darah, denyut nadi tidak stabil dan sering muntah-muntah, serta berada dalam kebimbangan dan keraguan. Pengguna narkoba juga berakibat fatal pada hilangnya ingatan. Salah satu jenis narkoba jenis sabu-sabu dengan tingkat pemakaian yang tinggi dan overdosis dapat berakibat pada maut yakni kematian.

Berikut kisah yang dapat kita jadikan contoh dan pelajaran pada pemakai narkoba yang berujung pada kematian. Lima orang sahabat yang berasal dari keluarga cukup berada dimana tiga orang diantara mereka adalah pemakai narkoba. Awalnya aktivitas yang mereka lakukan cukup baik dengan berolahraga dengan bermain badminton. Tiga orang dari teman mereka setiap akhir minggu selalu mencari barang haram narkoba dan hiburan, dimana barang yang mereka cari biasanya tersedia ditempat hiburan seperti diskotik dan cafe. Akhirnya teman yang pertama dalam hidupnya menjadi pengedar narkoba dan beberapa kali masuk penjara sehingga keluarga dan kehidupannya berantakan yang pada akhirnya menyebakan frustasi dan meninggal karena over dosis (OD). Teman kedua setelah 10 tahun tidak bertemu bekerja  sebagai debt collector.  Kehidupannya mewah dan cukup berada.  Setelah diselidiki ternyata dia juga pemakai dan pengedar narkoba dan namanya sudah masuk daftar hitam BNN sebagai pengedar. Pada saat operasi penangkapan pelaku transaksi narkoba oleh BNN dan Kepolisian, dia ditembak mati. Teman yang ketiga karena kecanduan narkoba membuat dia suka hiburan malam dan sering melakukan pergaulan bebas yang pada akhirnya dia divonis AIDS dan akhirnya meninggal dunia.

Dari cerita diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa pecandu atau pengguna narkoba dapat menyebabkan kematian dengan berbagai alasan kematian. Dengan kata lain narkoba ini sangat berbahaya untuk kehidupan kita. Untuk itu dalam pergaulan dan memilih teman kita harus hati-hati dan selektif , jangan sampai kita terjerumus pada kehidupan kelam yang dapat menghancurkan kehidupan sendiri, apalagi ketika kita telah berkeluaga dan memiliki anak sebaiknya kita bisa berpikir dengan bijak.

Kisah tobatnya pecandu narkoba juga dapat menginspirasi kita dalam menjauhi barang haram ini, sebut saja namanya Barno sebagai mantan pengguna narkoba dan sudah bertobat memberikan kesaksian hidupnya pada sebuah seminar. Dia mengatakan biasanya pemakai narkoba merupakan pecandu rokok dan minuman keras Untuk menyembuhkan pemakai narkoba maka dapat memulai dengan menghilangkan kebiasaan tersebut dengan cara tidak merokok atau mencoba untuk berhenti dengan mengurangi rokok.  Setelah berhenti merokok maka akan mudah meninggalkan minuman keras. Faktor penting lainnya dia menyebutkan untuk menjauhi lingkungan yang buruk dan membuat kehidupan kita hancur adalah  dengan berusaha meninggalkan teman-teman yang memiliki kebiasaan buruk dan mencoba untuk hijrah ke lingkungan yang lebih baik. Hal ini dapat membantu kita keluar dari pengaruh narkoba dan sejenisnya.

Oleh : Nelly Chandrawati

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel