RAZIA TIM INTERDIKSI BNNP KEPRI
Petugas BNNP Kepri menggunakan anjing untuk memeriksa barang di Kargo Bandara Hang Nadim.

RAZIA TIM INTERDIKSI BNNP KEPRI

December 13, 2016 // By: // Berantas, Headlines, Pemberantasan // No Comment // 96 Views

Tim Interdiksi BNNP Kepri yang terdiri dari berbagai instasnis pemerintahan menggelar razia di Bandara Hang Nadim Minggu (11/12). Razia represif itu digelar sejak pukul 08.00WIB -17.00WIB pintu keberangkatan dan kargo menjadi perhatian Tim Interdiksi berdasarkan analisa tim, batam menjadi pintu masuk barang termasuk narkotika dari malaysia. Pendistribusian keluar melewati pelabuhan laut dan bandara, “itu sebabnya kosentrasi kami di pintu keberangkatan” kata AKBP Bubung Pramiadi Kabid Pemberantasan BNNP Kepri.

Berdasarkan data dari tim analis, tujuan pengiriman barang haram itu paling banyak ke Jakarta, Surabaya, Sulawesi, Medan, Aceh dan Palembang di pintu keberangkatan yang jadi sasaran adalah orang dan bawaannya namun petugas BNNP Kepri tak melakukan tes urine kepada seluruh calon penumpang, tes urine hanya di lakukan kepada orang yang gelagatnya mencurigakan. Meski demikian kegiatan dilakukan dengan halus sehingga tidak mengganggu mobilitas para penumpang, saat pengarahaan menjelang pelaksanaan razia, Bubung mengingatkan untuk tidak membuat aktivitas penumpang terhambat sehingga ketinggalan pesawat.

Selain pintu keberangkatan titik konsentrasi razia tersebut adalah kargo Tim Interdiksi menurunkan 2 ekor anjing pelacak dalam pemeriksaan, seprti biasa barang barang tetap melewati security check bandara dan mesin pemindai.

Ada beberapa paket yang sempat dicurigai, anjing pelacak yang dikerahkan berkosentrasi pada paket Рpaket tersebut setelah di lewatkan pemindai dan tak mencurigakan, paket Рpaket itu tetap di buka salah satunya milik Diajeng Yola dari Mukakuning yang akan dikirim ke Surakarta.

Tim Interdiksi yang ikut dalam pemeriksaan kargo menahana napas dan penasaran begitu dibuka rupanya memenag tak ada benda yang mencurigkan hanya beberapa potong pakaian wanita tigapasang sepatu makanan ringan dan baranga – barang tak berbahaya lainnya. Pelaksanaan razia gabungan telah dilakukan di emapt titik di antaranya Pelabuhan Batam Centre, Pelabuhan Tanjungpinang, Pelabuhan Karimun, dan Bandara Hang Nadim masih banyak celah di Bandara ini kata Bubung.

Ia mencontohkan Rabu lalu dimana ada dua lukisan dari Singapore berisis 26 Kilogram sabu yang hendak di selundupkan ke Jakarta, hasil pemeriksaan tersebut merupakan yang ketiga kalinya “berarti ada dua kali pengiriman yang lolos dari pantauan” ujar Bubung.

Tinggalkan Komentar