Penguatan Peran Lembaga Rehabilitasi
Kepala BNNP Kepri, Benny Setiawan memaparkan materi mengenai penguatan lembaga rehabilitasi di Kantor BNNK Tanjung Pinanga ( 02/05)

Penguatan Peran Lembaga Rehabilitasi

May 3, 2016 // By: // Foto Rehabilitasi, Headlines, Rehabilitasi // No Comment // 268 Views

Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) menggelar Diskusi Interaktif dalam rangka Penguatan Lembaga Rehabilitasi bertempat di kantor BNNK Tanjung Pinang di Senggarang, Tanjung Pinang, Senin (02/05).

Dalam acara tersebut, Kepala BNNP Kepri, Kombespol Benny Setiawan mengundang  perwakilan dari berbagai Rumah Sakit dan Puskesmas di kawasan Bintan dan Tanjung Pinang untuk menggugah kesadaran para pelaku kesehatan masyarakat mengenai situasi narkotika di Kepulauan Riau yang sudah cukup memperihatinkan yaitu telah lebih dari 40 ribu jiwa.

“Kita berharap dengan ada gerakan rehabilitasi di Kepri, maka Konselor, perawat dan dokter semuanya telah memiliki ilmu adiksi untuk menangani para pecandu. BAgi yang belum maka keahlian ini akan dilatih langsung oleh Kementrian Kesehatan.” Ujar Benny dihadapan para undangan.

Namun sayangnya hingga saat ini Kementrian Kesehatan baru menunjuk dua instansi sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yaitu RSUD Embung Fatimah dan RS Bhayangkara yang berlokasi di Batam. Hal ini tentunya menghambat proses kesembuhan para pecandu di pulau lain, misalnya Tanjungpinang, Karimun, Natuna, Lingga dan Anambas bahkan penduduk dipulau kecil disekitar Batam.

Kurangnya fasilitas diperparah dengan kurangnya kesadaran para pecandu untuk merehabilitasi dirinya sendiri. Para pecandu belum termotivasi untuk pulih dari ketergantungannya terhadap zat terlarang walaupun telah banyak informasi disampaikan. “Saat ini kebanyakan pasien compulsory yang berobat di IPWL” Tutur Benny. Pasien yang dimaksud adalah hasil razia narkoba oleh BNN dan Polda Kepri.

Melalui pertemuan tersebut Kepala BNNP Kepri berharap ada peningkatan kemampuan oleh para pelaku rehabilitasi dan  inovasi baru untuk meningkatkan pelayanan rehabilitasi di daerah. “Kami harap Bapak dan Ibu dapat diberdayakan dan dijadikan ujung tombak dalam rangka merehabilitasi para pecandu di lingkungan masing masing” Ungkap Benny.

Dalam kesempatan tersebut juga dibahas beberapa hal teknis pengenai administrasi para pecandu narkoba dan kendala yang terjadi dilapangan mengingat gerakan rehabilitasi telah berlangsung selama setahun namun belum mencapai hasil seperti yang diharapkan. “ Teknis administrasi dapat dibicarakan lebih lanjut kepada Kabid Rehabilitasi BNNP Kepri “ Pungkas Benny.

Tinggalkan Komentar