BNNP KEPRI FOLLOW UP KAWASAN INDUSTRI BINTAN

BNNP KEPRI FOLLOW UP KAWASAN INDUSTRI BINTAN

May 30, 2016 // By: // Artikel, Artikel Pencegahan, Foto Pencegahan, Pencegahan // No Comment // 83 Views

no images were found

Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyrakat (P2M) Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) menggelar Asistensi di kawasan Industri Lobam dalam rangka pembangunan berwawasan anti narkoba bagi institusi swasta yang dilaksanakan di ruang rapat kantor pengelolanya, PT. Bintan Inti Industrial Estate, Senin (30/05).

“Kami ingin menindaklanjuti pembicaraan sebelumnya.” Tutur Ahmad Yani, Kepala  Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyrakat dalam sambutannya dihadapan 30 orang undangan yang merupakan perwakilan tenant di kawasan industry tersebut.

Selain follow up pembicaraan sebelumnya, dalam kesempatan tersebut, Ahmad Yani memaparkan perlunya setiap perusahaan membuat Plan Of Action ( POA) sebagai tindak lanjut dan bukti keseriusan para pengusaha untuk memerangi narkoba di arealnya masing masing.

“ Kami yakin tiap perusahaan sudah memiliki kebijakan terhadap penyalahgunaan alcohol dan narkoba bahkan larangan merokok. Kami harap ada tindakan nyata yang tertuang dalam bentuk laporan mengenai pelaksanaan kegiatan dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) “ pinta Ahmad Yani

Laporan tersebut juga dikirimkan kepada disperindag sebagai bahan laporan pelaksanaan kebijakan pemerintah oleh para pelaku industri.

Sementara itu, Ali Chozin, Penyuluh ahli madya BNNP Kepri mengingatkan kembali mengenai 5 indikator Sijaling Benar yaitu komitmen, satgas, program rutin, sarana dan produk serta monitoring dan evaluasi.

“ Program rutin yang dilaksakanan oleh satgas agar dituangkan dalam laporan ke BNN dan disperindag” tutur Yani.

Program yang telah direncanakan dan dilaksanakan oleh masing masing perusahaan akan diawasi dan dievaluasi kembali oleh BNNP Kepri. Diharapkan seluruh program yang telah terlaksana dapat menurunkan prevalensi penyalahgunaan narkotika di Provinsi Kepri yang saat ini masih berada di angka 2,7% dan merupakan provinsi rawan nomor 4 nasional.

Tinggalkan Komentar