BNN BAHAS REHAB RANAP LAPAS
BNNP Kepri mengadakan diskusi interaktif bersama pengurus Lapas dan Bapas se-Provinsi Kepri

BNN BAHAS REHAB RANAP LAPAS

May 19, 2016 // By: // Headlines // No Comment // 134 Views

.

Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) menggelar Diskusi Interaktif dalam rangka Rehabilitasi rawat inap di Lapas bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor BNNP Kepri di Nongsa, Senin (19/05).

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BNNP Kepri, Kombespol Benny Setiawan mengundang  perwakilan dari Lapas dan Bapas di Provinsi Kepri guna berkoordinasi dan bertukar pikiran terkait pelaksanaan rehabilitasi rawat inap di Lapas.

Data menunjukkan bahwa jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus narkotika mendominasi penghuni lapas dan rutan di seluruh Indonesia. Berdasarkan data ditjenpas napi narkotika menyumbang 60% penghuni lapas dan rutan dimana sebagiannya tergolong kategori penyalahguna atau melanggar pasal 127 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Peningkatan jumlah WBP mendorong Kemenkumham untuk mengambil langkah strategis dalam rangka memberikan pelayanan dan pembinaannya. Sehingga WBP dipandang perlu menjalani program rehabilitasi narkotika disamping menjalani pembinaan umum oleh Lapas dan Rutan.

Dalam rangka penanganan P4GN, sebelum tahun 2014, para penegak hokum cenderung memenjarakan para penyalahguna narkotika mengakibatkan rutan, lapas dan bapas mengalami over kapasitas. Hal tersebut cukup menambah permasalahan antara lain terbatasnya personil untuk mengawasi para narapidana dan mudahnya terjadi gesekan ketidaknyamanan antar napi.

Oleh karena itu, sesuai UU Narkotika, penyalahguna narkotika kategori ringan dan sedang yang melanggar pasal 127 UU Narkotika tidak lagi dipenjara melainkan direhabilitasi. Sementara penjara diwajibkan bagi penyalahguna yang tersandung masalah hukum.

“Sejak tahun 2015, BNNP Kepri bekerja sama dengan Kemenkumham telah memberlakukan program rehabilitasi rawat inap di Lapas, BNN diminta untuk membantu membina para pecandu di Lapas dan Rutan dengan filosofi setelah mereka bebas, mereka tidak lagi mengkonsumsi narkoba” Ungkap Benny

Rehabilitasi tersebut dilakukan dalam rangka mengurangi demand, sehingga dapat sedikit mengurai permasalahan narkotika di Indonesia.

“ Hari ini bersama sama kami diskusikan permasalahan seputar menangani para pecandu di rutan dan lapas” tutur Benny.

Permasalahan yang dimaksud antara lain berbagi tanggung jawab dalam hal anggaran, fasilitas dan personil, serta peningkatan kemampuan personil dalam menangani para pecandu.

“ Rutan dan Bapas memiliki personil yang dapat mengawasi para napi penyalahguna, BNN akan meningkatkan kemampuan para personil melalui pelatihan konseling” Pungkas Benny.

Tinggalkan Komentar